SELAMAT PESTA NATAL

VIGILIA

Meja vigilia malam Natal. (sumber: http://grajewo24.pl/info/wigilijne-zwyczaje.10113.html)

Kemarin saya meninggalkan Lublin untuk merayakan Natal di Golkowice, paroki SVD di dekat Krakow. Salju bertebaran di mana-mana, udara dingin menusuk. Di kanan-kiri jalan tampak perhiasan Natal yang sangat berwarna-warni. Lampu-lampu kelap-kelip menghiasi pagar-pagar dan balkon-balkon rumah, menambah semarak suasana peringatan kelahiran Tuhan Yesus ini.

Dalam tradisi Polandia (negara-negara Slavic umumnya) hari ini adalah hari puasa. Santap pagi hanya roti dengan mentega. Santap siang tidak dihidangkan, karena nanti malam ada santap malam Vigilia (Wigilia, artinya tuguran, menanti, menunggu dalam keadaan hening dan siap bathin), di mana disiapkan 12 sup, yang melambangkan 12 rasul. Puncak dari segala menu adalah ikan Karpel, yang tidak akan disantap pada sembarang hari. Ikan Karpel hanya ditemukan di meja pada malam Natal. Sebelum bersantap, semua anggota keluarga berdoa, menyanyikan lagu Natal dan saling memecah-mecahkan hostia (oplatek) untuk dibagikan kepada semua yang hadir. Saat menyilakan pecahan hostia tersebut, setiap anggota keluarga mengucapkan selamat Natal kepada yang dihidangkan dan mengucapkan harapan-harapan pada tahun yang akan datang.

Banyak kepercayaan tradisional yang berasal dari abad-abad lalu yang tetap dipraktekkan sampai dengan hari ini. Misalnya,kalau yang pertama kali hari ini dijumpai adalah bocah kecil, berarti sepanjang tahun nanti akan mujur. Ada juga yang menyimpan sisip ikan karpel di dompet, supaya sepanjang tahun dompet akan penuh uang. Yang lainnya membagikan roti dan sup-sup sisa dengan binatang-binatang piaraan, supaya beranak-binak dengan jumlah besar.

Di rumah-rumah pohon Natal sudah dihiasi dengan lampu-lampu dan gula-gula. Di bawah pohon ada banyak hadiah, yang dipercayai umumnya oleh anak-anak sebagai hadiah dari St. Nikolaus atau hadiah yang jatuh dari bintang-bintang.

Teringatlah saya Natal di kampung dulu. Hujan, lumpur, dan kadang-kadang harus berjalan sejauh 8km menuju gereja paroki di Mukun. Selalu ada koor anak-anak sekolah, betapa indahnya. Sekarang paroki sudah ada di samping rumah, anak-anak tidak perlu lagi berjalan jauh-jauh untuk mengikuti misa Malam Natal. Dan hari ini saya di pastoran saja, bersama Pater Stanis Lomnicki, P. Jarek Suchomski dan ibu Anna. Malam nanti pergi bersalaman dengan orang tua angkat, hanya 70 meter jauhnya dari sini.

SELAMAT NATAL BAGI SEMUA UMAT KRISTIANI, SEMOGA TUHAN YANG LAHIR DI KANDANG MISKIN MEMBAWA KEKAYAAN BATHIN BAGI KITA SEMUA DENGAN RAHMAT DAN BERKAT-NYA YANG BERLIMPAH……

Golkowice, 24.12.2012.

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s

%d Bloggern gefällt das: