ADI MEKA – pseudonim artistik

Kata orang suara saya bagus saat menyanyi. Saya memang senang menyanyi, bermusik dan menari. Sejak kecil saya menghabiskan waktu berjam-jam di depan tape recorder Sankei, mendengarkan lagu-lagu pop Indonesia dan daerah. Ayah sering membeli kaset baru Ebiet G. Ade dan Charles Hutagalung. Semasa SMP St. Klaus di Kuwu saya diam-diam mencuri gitar dari kamar musik untuk dilatih oleh teman-teman: Hendrik Aron dan Frans Ransus. Lagunya: Mungkinkah dapat kuhadapi semua…dst. Di SMA Seminari Labuan Bajo saya semakin tertarik untuk bermusik, bukan saja bernyanyi. Saya dilatih bermain orgel oleh kakak kelas Paul Karmani, sekarang misionaris di Filipina. Malahan bersama teman-teman lainnya Odie Jemat, Romoald Kahardi, Arkadius Mulyadi kami sempat membentuk band alternatif. Luar biasa bisa tampil dengan band sendiri di hadapan sekian banyak orang. Apalagi bagi kami anak-anak kampung.

Setelah masuk novisiat SVD tahun 1994 saya semakin berniat mendalami musik. Di Nenuk (Timor) saya menjadi pemain orgel utama. Saat kuliah di Seminari Tinggi Ledalero musik tidak juga terlepas dari keseharian saya. Menjadi anggota band dan orkes gerejawi selalu membuat saya selalu gembira dan teduh di hati. Sampai dengan munculnya undangan dari Polandia untuk melanjutkan studi, di mana mereka membutuhkan orang yang berbakat musik.

Di Polandia kami bertiga (Frans Laka, Aloys Tamonob dan saya) dikenal sebagai trio bermusik. Sampai-sampai kami pun merekam lagu-lagu Natal bersama seorang kenalan. Saya juga menjadi anggota band seminari dan band Amerika Latin Querido Matias. Saat berkarya sebagai pastor pembantu di Krakow (Golkowice) musik jugalah yang menjadi penarik bagi umat dan kaum muda. Bersama koor paroki Pax Te Cum kami berkeliling negara untuk membawakan lagu-lagu gerejawi dan misioner. Di samping itu juga saya menangani sanggar Sendratarai Damai, di mana musik dan tari-tarian menjadi repertuar utama.

Lebih dari lima tahun lalu saya memulai kuliah S3 etnomusikologi. Di situlah saya mengenal komponis muda dan produser musk Rafal Rozmus. Kami melewati masa kuliah bersama sampai meraih gelar doktor dan Rafal pun mengajak saya membuat rekaman. Maksudnya adalah mengawinkan motif Eropa dan motif lokal Indonesia. tetapi istrinya Kasia menganjurkan supaya kami membuat rekaman lagu Natal. Beliau menganjurkan juga supaya sebaiknya saya pakai pseudonim saja: Adi Meka. Rafal pun mulai beraksi, muncullah lagu CHRISTMAS, CHRISTMAS dalam dua versi – piano dan komplet:

Christmas, Christmas – Adi meka

Masih ada beribu rencana. Rafal mempunyai studio pribadi di rumahnya, tetapi belum punya microphone yang cocok untuk merekam. Kami pun harus selalu mencari studio rekaman lain.

Selamat menikmati, semoga Natal menjadi saat gembira bagi semua orang yang berkehendak baik.

SELAMAT NATAL DAN TAHUN BARU!!!!!

Lublin, 19.12.2012.

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s

%d Bloggern gefällt das: