TITO VILANOVA: TANDA TANYA DAN KONTINUASI VISI BARCELONA

Komunitas Blaugrana sedang dilanda kegalauan setelah Pep Guardiola mengundurkan diri sebagai pelatih utama FC Barcelona. Beliau mengumumkannya kemarin, tanggal 27 April 2012, dengan didampingi oleh Presiden klub Sandro Rosell dan dan direktur Andoni Zubizarreta, di hadapan ratusan wartawan dari seluruh dunia. Setelah hampir empat tahun mengantarkan klub Catalan ke panggung dunia sepakbola, meraih 13 dari 16 kemungkinan piala, membuat pecinta sepak bola indah dan estetis jatuh cinta, mempopulerkan akademi sepakbola La Masia, membuat Leo Messi meraih 3 Bola Emas secara berturut-turut, Pep akhirnya bertutur: „Saya lelah, saya kehabisan energii dan motivasi. Saya mau beristirahat dari dunia sepakbola untuk sementara. Terima kasih, Barcelona..“

Isu tentang minggatnya Mister dari FC Barcelona sebenarnya sudah terdengar sejak Desember 2011, apalagi setelah beliau mengulur-ulur waktu untuk memperpanjang kontraknya. Setelah Azulgrana kalah berturut-turut (kegagalan di Champions League setelah kekalahan dari Chelsea dan minimnya kemungkinan memenangkan La Liga setelah kalah dari Real Madrid) khabar tentang resignasi Pep pun semakin marak. Muncullah alternatif para panggantinya: Laurent Blanc, Marcelo Bielsa dan Ernesto Valverde. Tetapi nama pengganti Guardiola yang diumumkan oleh Zubizarreta kemarin pada konferensi pers setidaknya membuat dunia sepakbola sangat „shock“: TITO VILANOVA. Siapakah dia?

Nama sebenarnya Francesco Vilanova. Dipanggil Tito. Beliau lahir di Bellcaire d’Empordà, Girona, Catalonia 17 September 1969. Jadi beliau lebih tua 1,5 tahun dari Pep. Tahun 1984 beliau bergabung dengan La Masia, tetapi karir profesionalnya lebih banyak dikaitkan dengan klub Celta Vigo. Sejak tahun 2007 beliau diundang Guardiola untuk sama-sama menangani Barca B, sampai dengan 2008, pada saat keduanya dipercayakan melatih tim utama FC Barcelona. Semenjak itu pun, suka dan duka dalam petualangan nasional dan internasional mereka jalani dan alami bersama. Malahan saat beliau diumumkan sakit kanker, Pep menangis tersedu-sedu. Untunglah dia segera sembuh, lalu kini menjadi simbol ketegaran dan perjuangan, bersama dengan Eric Abidal.

Memang Tito adalah figur anonim untuk dunia sepakbola. Malahan Jose Mourinho, coach Real Madrid, setelah kasus „tonjokan“ mata Vilanova oleh Jose, secara arogan bertanya: „Pito? Siapa itu? Saya baru dengar nama seperti itu“. Pertanyaan sinis itulah yang pasti muncul di antara para penggemar dunia bola sepak, di luar komunitas fan Blaugrana. Tetapi untuk diketahui, Tito adalah orang yang pertama kali harus diminta pendapat oleh Pep berkaitan dengan transfer (Fabregas dan Alexis). Malahan pergantian para pemain pada saat pertandingan berlangsung umumnya dianjurkan oleh Tito. Tito menjadi „Godfather“-nya Pep. Sekarang dia harus berani sendirian menangani tim para bintang planet sepakbola. Kalangan internal Barca percaya, bahwa Tito mampu. Cara permainan (style) dan visi klub: Mes que un club (lebih dari sekedar klub) akan ada kontinuasinya dalam diri beliau. Dia rendah hati, jeli, mengenal para pemain dan filosofi klub. Dia berdarah Blaugrana (biru dan merah delima). Dan yang terpenting, bahwa Jose Mourinho menunjukkan dengan dengan jarinya, siapa yang akan bersaing dengannya pada musim depan.

Pelatih musim depan FC Barcelona: Tito Vilanova

(Dari berbagai sumber)

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s

%d Bloggern gefällt das: