Puisi Makna Vinadi GM

Puisi
Puisi-Puisi Makna Vinadi GM
POS KUPANG Minggu, 8 November 2009 | 18:39 WITA

LAGU MAKNA

Menimba arti dengan cangkir di tangan
pancuran ilahi di lereng gunung bakti
dengungan puji insan-insan sambil antri
sebab sumber tak kenal henti

Arti mengalir menyusuri bebukitan
menerpa, menggesek bebatuan
menyucikan ujung-ujung dedaunan
yang bergoyang-goyang dalam irama mantra

Muncrat ke cangkir di tangan dina ini
yang lemas menarikan soneta bagi musim dingin
kubawa buat bekal kala penat
sembari kupercikkan sepanjang hayat

Ini lagu tentang makna
kian ditimba, kian jiwa dahaga
(Lublin, 09. 12. 2008)

BIARKAN….
Biarkan mata ini membuka lebar
bintang-bintang terakhir mesti ditatap
sebelum mentari kembali
ke tahta yang dipinjam sang bulan

Seutas temali melilit kembang
yang meronta melepaskan diri
o jangan biarkan mata ini tertutup
ætuk menangkap jeritan minta tolong

Mayapada membentang
tanpa rerumputan, tanpa kawanan
cuma lautan tangis
dan biarkan mata ini membuka lebar
(Polandia, 24.IV.2002)

TELEFON
Sebuah telefon sepi
saat mentari pucat
enggan menengok bumi
yang lagi kusut masai

Telefon pagi
Nyaring panjang
Suara lemah dari seberang
Insan lagi lelah

Sebuah dendang sedih
Tentang hati yang suram
Tatkala hari-hari kelabu
Tak lagi berubah warna

Telefon sepi di pagi hari
Santapan bagi hari yang dingin
Sebuah peringatan panjang
Bahwa hidup ini kian singkat
(Pieniezno, 20.XI.2003)

PENTASAN
Awan merah
meliuk-liuk lemah
menanti si rembulan
yang bersiap ke pentas
penarian di malam panjang
penghiburan atas malam gerah
buat hati yang sesaat lagi menyerah
lantaran tak ada lagi kembang mekar
sedang lagu-lagu pada pucat kusam
puisi penyair tak lagi mengalir
ibarat sumber air yang kering
semesta pontang-panting
mentari seakan lelah
cuma bulan setia
bersama awan
yang merah
(Pieniezno, 22.XI.2003)

NUANSA
Mengukir nuansa
di sela angin
yang menghalau awan hitam
jauh ke kutub
jatuh penyair terduduk
lantaran air mata keruh
memerciki nubari
yang pedih perih

Percakapan dengan alam
kala hati yang cemburu
menutup diri rapat
cahaya mentari malu-malu
enggan menembus
cakra semesta menjauh

Pencarian setapak
penyair membuka mata sembab
lagu tak selesai
di saat insan memetik kembang
cuma buat diri sendiri…
(Pieniezno, 28.XI.2003)

SUMBER: http://www.pos-kupang.com/read/artikel/38537

3 Kommentare (+add yours?)

  1. rion lembor
    Jul 14, 2012 @ 05:11:16

    nka keta rabo lite, ita ulu daku ngsang dite
    nanang koe rei sala mangga koe puisi bahasa manggarai di ta kraeng adak..wkwkwk

    Antworten

    • vinadigm
      Sep 17, 2012 @ 10:39:13

      oe kraeng hahaha toe manga puisi bhs manggarai e. neka rabo

      Antworten

  2. Ignas
    Aug 03, 2014 @ 21:29:52

    Kawanku, aku hanya mengatakan, sejak kecil sudah kelihatan sangat cerdas dan sekarang semakin luar biasa dan multi talenta. Salam sukses ya.

    Antworten

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s

%d Bloggern gefällt das: