Kisah menjadi murid lagi – bagian 11

Di rumah SVD, bersebelahan dengan kamarku tinggallah seorang tukang sulap. Ia, seorang magisian, mungkin dia tidak sekaliber David Cooperfield, tetapi di Jerman cukup dikenal. Nama sebenarnya Herman. Pater Herman. Umumnya beliau dikenal sebagaai „Zauber Pater“, artinya pastor pesulap. Usianya sudah cukup uzur, 75 tahun. Sulapan-sulapannya sangat menarik. Setiap pementasan penonton selalu membeludak. Setiap aksi beliau kaitkan dengan misi, karena beliau adalah seorang misionaris dan bersulap hanyalah caranya untuk bermisi. Misalnya tiga utas tali beliau andaikan sebagai Allah Tritunggal atau juga tiga serikat religius-misioner St. Arnoldus Jansen (SVD, SSpS dan SSpS Adorasi Abadi). Tetapi dari ketiga utas tali tersebut beliau hanya dengan sekali usutan, jadilah hanya seutas, yang melambangkan ‚kesatuan‘. Dan air di ceret tidak pernah habis, beliau selalu menuangkan air dari ceret tersebut ke pot bunga atau ke ember sampai ceret kosong. Lalu tiba-tiba beliau menuangkan lagi air dari ceret kosong tersebut. Dan ini sampai berpuluh-puluh kali beliau lakukan, sebagai „intermezzo“ di sela-sela pertunjukan lainnya. Hebat. Cuma caranya untuk bersin, seperti teriakan petani ladang yang menghalau burung atau babi hutan/celeng. Setiap hari jam 5 pagi. Jadi saya pun selalu terbangun. Begitulah kalau kita bertetangga dengan seorang magik.

2013-04-24 13.13.33Rumah kecil sebagai kantor dan mobil khas Pater Pesulap „Zauber Pater“

Mewartakan kebaikan itu bisa saja dengan menggunakan banyak jalan. Ada yang dengan bersulap, ada pula yang dengan bernyanyi, melukis, menulis, mengajar atau pun juga dengan bermain bola. Coba lihat saja semboyan klub FC Barcelona: MES QUE UN CLUB, yang artinya: lebih dari sekedar klub. Apanya yang lebih? Kita bisa menjawabi pertanyaan ini dengan melihat napak-tilas klub, yang mengedepankan „kemanusiaan“ di atas keuntungan material semata. Banyak instansi yang didirikan untuk menolong orang-orang sakit yang didirikan oleh para pemainnya, seperti Leo Messi, Xavi, Iniesta, Puyol, Alves dll. Bagaimana mungkin klub seperti ini dibenci? Saya heran dengan para pembencinya. Boleh mendukung klub kesayangan dong, tetapi mengapa harus membenci yang lain? Inilah cara menjadi fans yang belum dewasa. Infantilly supporting.

Jerman di hari-hari terakhir ini muram cuacanya. Agak dingin dan sering hujan. Ya, hujan juga penting untuk alam dan para petani. Kursus kami berjalan lancar. Di kelas kami suasana semakin akrab, kami semakin dekat dan saling mengenal. Materi kursus juga semakin maju, Herr Krahe selalu menekankan kemampuan ilmiah bahasa kami.

Saya diminta menjadi salah satu redaktur senior sebuah tabloid budaya NTT bernama WARTA FLOBAMORA. Flobamora adalah singkatan dari: Flores, Alor, Lomblen, Solor, Sumba, Timor, Adonara dan pulau-pulau kecil di provinsi Nusa Tenggara Timur. Beberapa tulisan saya sudah dimuat di dalam tabloid ini. Saya kagum dengan inisiatif dan sepak terjang mereka. Saya siap mendukung, demi maju dan berjayanya kebudayaan NTT, yang juga tidak kalah tinggi nilainya dibandingkan dengan kebudayaan „Indonesia dalam“. Semoga semua orang siap mendukung dan menjalin kerja sama dengan kiprah orang-rang muda yang berbakat ini.

DSCN3361KCLPara misionaris muda asal Indonesia di Steyl

Sankt Augustin, 17 Mei 2013.

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s

%d Bloggern gefällt das: