Menjadi murid lagi – bagian 23 – Surat kepada Brazuca

Brazuca, ku tulis surat ini, pada saat mimpiku penuh dengan sosokmu yang menggoda dan mengundang untuk bercengkerama. Ya, bayangan akan kulitmu nan halus, bentuk tubuhmu yang aduhai, seakan menyelimuti angkasa malam, kala bintang-bintang dan bulan jenuh bergadang. Kau mengajak nurani mengingkari itikhad, menciptakan ritme baru bagi musik keseharianku. Musik yang semakin mempercepat derap kaki dan ayunan tangan dalam pesta samba ataupun tango. Membayangkan dirimu, oh manis, seluruh tubuhku bergetar, rambut-rambutku merinding terbawa goresan syahwat. Kau tetap saja sempurna dalam bulatanmu, gaunmu selalu cocok dengan ukiran ragamu yang tak kenal keriput termakan usia.

 

Brazuca, kau bintang pentas di Negeri Samba. Kau dicium, dipeluk, dielus-elus, dipuja-puja. Aku cemburu, aku ingin kau hanya jadi milikku. Apalagi saat kau pasrah dituntun dalam tarian tango sang maha bintang Messi atau Waltznya Robben. Aku marah dan berang, kala kau dicerca,  diperlakukan secara brutal oleh sang bengis Pepe, atau dibanting-banting oleh mereka yang tidak mengenalmu. Kau yang lembut, yang selalu setia dan penurut, adalah dambaan setiap insan. Impian lelaki.

 

Brazuca, pesta Samba sebentar lagi mencampai puncaknya. Kini pertarungan untuk menjadi pangeranmu semakin seru dan penuh keajaiban. Sampai kini kau telah membuat begitu banyak paradoks. Para penari Flamenco dari Sanyol kau usir pulang? Ya, penerus karir Michael Angelo dan da Vinci juga terpaksa kau katakan: adios. Leluhurmu yang berwajah buruk dari Inggris pun tidak kau maafkan, lantaran permainan mereka sama buruknya dengan wajah mereka. Kau kejam, tetapi adil. Ya, kau tegas dan konsekwen. Apakah kau begitu menyayangi para jejaka dari negeri Costarica, sehingga mereka melangkah maju? Kau senang dengan kesederhanaan atau ketampanan mereka? Ya, kau suka para pekerja keras dan disiplin, kinerja kerja terorganisir di dalam diri kaum Panser Jerman. Tetapi Oezil, Goetze, Lahm juga bisa tunduk di hadapan Paul Pogba, Benzema dan si kerdil Valbuena. Tampilan para seniman berkostum Trikolores lebih menawan dan penuh kepastian. Lalu bagaimana dengan kekasih gelapmu Messi dkk? Kau biarkan mereka menarikan tango dengan musik yang terpotong-potong ibarat tak berirama tetap, tetapi kau sayangi juga? Dan para penari samba yang tidak lagi mampu menampilkan samba yang asli? Kau menyukai mereka, karena takut kau diusir pemilik negeri? Mungkin karena kekasih gelapmu, si Neymar, selalu memperlakukanmu dengan penuh rasa, penuh kasih sayang dan kalian adalah seperti pengantin ideal. Sekarang muncul lagi saingan bagi mereka, yaitu si James Rodriguez dari Kolumbia. Tepat sekali, di hadapanmu dan bersamamu James dkk mampu menarikan samba, tango, salsa dan malahan juga waltz. Ataukah rasa simpatimu pada mereka dikarenakan peringatan 20 mati tertembaknya Andres Escobar lantaran cinta matinya kepadamu? Mereka luar biasa. Tapi aku cemburu…

 

Brazuca sayang, dari mana kau ambil para pejuang dan penari, sekaligus penggoda hati dari Belgia itu? Mengapa mereka yang paling membuatku cemburu? Mereka bukan saja menari, tetapi juga bermusik. Tarian apakah yang mereka bawakan itu? Tarian leluhur Kompany dan Lukaku dari Kongo? Atau leluhur Origi dari Kenya? Ataukah tarian orang-orang Flamandia dan Niederlandia? Kau menyukai kejutan, tetapi mereka ini benar-benar utusan dari negeri kahyangan. Di hadapan Messi dan di Maria, mereka tidak akan berhenti. Ataukan kau diam-diam telah memilih mereka menjadi pendamping tahtamu? Meskipun cemburu, aku akan tetap kagum dan mengangkat topi.

 

Brazuca, dambaanku, kau tahukah, negeriku, di mana pesonamu amat kuat memikat, sedang memilih pemimpin baru? Ya, kau tidak suka politik, meskipun kau sangat sering dipolitisasi. Bumi kami yang kaya tapi melarat, mendambakan seorang penyelamat, yang mampu mengejawantahkan ajaran kesatuan dan toleransi, keadilan dan musyawarah. Sosok yang sederhana, namun dihargai dan didengar, yang memiliki visi yang cerah, demi masa depan anak-anak kami yang masih banyak tak beralaskaki. Ya, kau juga sibuk dengan aksi-aksi sosialmu bersama kekasih-kekasihmu Ronaldo, Etoo, Messi dll dalam membantu anak-anak tak mampu. Tetapi negeri kami sudah memiliki jagoan, kau doakanlah sayang, biar jagoan yang jujur dan tawakhal memimpin kami.

 

Brazucaku, entahkah kau baca suratku ini? Aku anonim, tidak punya apa-apa. Hanya cintaku kepadamu tulus. Aku ingin berlagu, tetapi di hadapanmu aku kehilangan kata-kata dan nada. Kecantikanmu membuat seluruh dunia lumpuh, diam dan terfokus pada satu nada dan satu pentasan. Kau telah membuat jutaan orang lupa diri, tenggelam dalam semaraknya pesta. Kau penyebab pertengkaran suami dan istri. Ya, para istri cemburu. Karena kau lebih mempesona, selalu membuat suami-suami mabuk kepayang. Aku pencinta dirimu, juga lupa diri. Semoga kau ingat, bahwa siapapun juga yang menyakitimu, akan berhadapan dengan diriku.

Selamat berpesta, ya montok.

Sankt Augustin, 02.07.2014.

brazuca

Sang montok Brazuca, idaman jutaan orang.

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s

%d Bloggern gefällt das: